Tuesday, May 20, 2014

Jobsheet Kelompok 1

  1. Tampilan awal winbox
\
2.      Pilih mac address

  1. Klik remove configuration
  1. Rubah interfaces 1 dengan nama  “NetUs” seperti gambar di bawah

  1. Lalu rubah interfaces 2 dengan nama “internet”






6.      Selanjutnya rubah interfaces 3 dengan nama “TalamNetA” (nama bisa disesuaikan dengan keinginan)
7.      Setelah kita menukar nama interfaces , lalu kita mengisi alamat IP address masing-masing interfaces dengan cara “ klik – IP – address – klik tanda “+” “ pilih interfaces sesuai yang di ingin kan , di bawah ini kami mengatur di mulai dari interfaces “internet” dengan IP 192.168.137.2/24 mengikuti IP server 192.168.137.1, seperti gambar di bawah



  1. Selanjut nya kita mengatur IP “ TalamNetA “ IP yang kami pakai di sini adalah 192.168.1.1/24 , atau kalian juga bisa memakai alamat lain sesuai dengan keinginan masing-masing.
  1. Selanjut nya kita mengatur IP “ NetUs “ IP yang kami pakai di sini adalah 192.168.5.1/24 , atau kalian juga bisa memakai alamat lain sesuai dengan keinginan masing-masing.




  1. Setelah semua IP address telah di atur maka kita masuk ke tool IP routes lalu klik tanda “+” untuk mengatur getway , atur getway sesuai dengan IP server yaitu 192.168.137.1 lalu klik applay untuk mengecek apa getway tersebut bisa di pakai seperti gambar di bawah.
  1. Setelah getway di atur , lanjut untuk mengatur IP-firewall-NAT lalu klik tanda“+”
-          Atur : chain = srcnat
-          Out. Interfaces = internet
-          Action = masquerade
-          Seperti gambar di bawah :


  1. Selanjut nya kita mengatur DHCP agar bisa terkoneksi ke internet, dengan cara klik IP – DHCP server – DHCP setup. Pada bagian : DHCP interfaces ambil jaringan local , di sini jaringan local kami bernama “TalamNetA”
Lebih rinci nya seperti gambar di bawah







  1. Setelah DHCP di atur , maka selanjut nya kita masuk ke bagian DNS agar bisa masuk ke web yang kita ingin kan . dengan langkah IP-DNS , disini kita menggunakan DNS server google 8.8.8.8, lalu ceklist tanda “allow” sepertii gambar di bawah
  1. Setelah semua selesai maka kita reboot mikrotik kita , dengan cara system – reboot seperti gambar di bawah





  1. Maka hasil akhir akan keluar jika kita benar-benar terkoneksi ke internet seperti gambar di bawah :
  1. Setelah jaringan bisa terkoneksi maka selanjut nya kita buat jaringan akses point nya dengan cara “quick set pilih AP“ lalu ganti SSID dengan nama nya kita ingin kan , disini kami memakai nama “Talam-wifi” WPA dan WPA2 boleh di pakai atau di hilangkan , jika di pakai maka wifi kita menggunakan password agar bisa di akses oleh user, jika tidak maka sebaliknya . Disini kami mencontohkan dengan  memakai password. Dan membedakan IP Lan dengan IP wifi


Read More ->>

Saturday, May 17, 2014

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan, maintenance dan penggunaan data center server

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan, maintenance dan penggunaan data center server adalah sebagai berikut :
1. Server performance metrics
Dalam mengukur kinerja dari server diperlukan standar pengukuran yang diakui oleh masyarakat dan vendor-vendor IT, sehingga dibentuklah sebuah konsorsium yang menentukan hal tersebut. SPEC (Standard Performance Evaluation Corporation) Benchmark merupakan standar ukuran kinerja yang telah diakui oleh masyarakat dunia. Aspek yang berpengaruh pada kinerja sistem adalah utilization, latency, throughput, resource efficiency. Faktor yang mempengaruhi kinerja CPU adalah pemakaian cache pada CPU (L1 Cache, L2 Cache, L3 Cache)
2. Server capacity planning
Server capacity planning terdapat 2 hal penting, yaitu server sizing dan capacity planning. Server sizing adalah bagaimana melakukan estimasi kebutuhan hardware pada server sesuai kebutuhan dari aplikasi dan aktifitas dari pengguna, contohnya adalah untuk memenuhi 3000 end user, kita membutuhkan 2 load-balanced application server (4 CPU 1,3 GHz & 8 GB RAM) dan satu back-end database server (8 CPU & 10 GB RAM). Capacity planning terdiri dari 2 fase yaitu melakukan tes untuk mengukur utilization dan performance, yang kedua adalah perencanaan harus dapat mendukung beban kerja yang berat. Pengecekan memory secara berkala merupakan hal yang penting setelah server capacity planning dilakukan.
3. Best practices in IT
Merupakan hal-hal terbaik yang dilakukan di IT, salah satunya adalah berdasarkan pengalaman dan komunitas IT. Beberapa dari Best practices in IT adalah sebagai berikut:
a. System Deployment (Mempersiapkan sistem dengan baik)
b. Power Source (Estimasi pemakaian listrik)
c. Hardware Maintenance (Maintenance pengkabelan hingga server)
d. Software Deployment (Mempersiapakan software)
e. Cluster (Menggunakan sistem cluster bila diperlukan dengan tujuan menghindari terjadinya kesalahan secara keseluruhan, penyimpanan tersebar dan mendukung backup yang lebih baik)
f. Data Storage (Menggunakan RAID, cluster storage, multiple control)
g. Network Management Best Practices (Melakukan network analisis yang baik)
h. Documentation Best Practices (Dokumentasi pada berbagai tahap antara lain metodologi, proposal, hingga diagram)
Keuntungan dari penerapan best practices adalah
  • Standarisasi (saat best practice telah menjadi standar, pekerjaan menjadi semakin mudah)
  • Dapat mengurangi downtime
  • Konsisten dengan obyek bisnis
  • Kualitas
3. Server Security
Keamanan harus diperhatikan, baik keamanan hardware server, software server dan gangguan dari manusia atau alam. Secara umum hal-hal yang perlu diperhatikan pada keamanan server adalah sebagai berikut :
  1. Simplicity (menyederhanakan)
  2. Fail Safe (kesalah tidak menyebar)
  3. Complete Mediation (mediasi dengan pengguna)
  4. Open Design
  5. Separation of privilege (pembagian hak akses)
  6. Update (selalu ada perubahan lebih baik)
  7. Hapus pemakaian file dan aplikasi yang tidak digunakan
  8. Software keamanan bila diperlukan (anti virus, anti malware, anti spam, dll)
4. Server Administration
Best practices pada system administration adalah sebagai berikut :
  1. Memperhatikan permasalahan
  2. Log dan dokumentasi yang baik
  3. Cek permasalahan dari yang sederhana (berurutan OSI layer)
  4. Team work yang baik
  5. Otomasi
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam otomasi adalah sebagai berikut :
  • Mengumpulkan dokumen
  • Menentukan target
  • Kritik dan saran dari komunitas
  • Improve
  • Simplify
  • Testing
5. Device Naming
Penamaan device yang dijelaskan disini yaitu :
a. NIS (Network Information Service)
Digunakan menyimpan data profil user dan biasa disebut dengan yellow pages. NIS mengijinkan para pengguna dan aplikasi melalui jaringan untuk menenmukan berkas dan aplikasi dimanapun di sebuah jaringan dengan mengakses server NIS terpusat
b. NIS +
Setelah NIS dirasakan memiliki kekurangan pada segi keamanan, SUN mengeluarkan NIS+ yang mendukung pada segi keamanan
c. DNS (Domain Naming System)
Merupakan distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan TCP / IP. Keuntungan dari pemakaian DNS adalah memudahkan pengguna dalam mengingat IP, penamaan konsisten / tidak berubah, Satu user satu domain. Struktur domain merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi dalam beberapa bagian, yaitu : root level domains, second level domains, host names
d. LDAP (Lightweight Directory Access Protokol)
Merupakan service direktori yang berjalan pada layer TCP / IP. LDAP adalah sebuah protocol yang mengatur pengaksesan layanan direktori yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan berbagai informasi. Fungsi LDAP adalah memberikan hak akses pada direktori. Direktori dapat berisi berbagai informasi (merupakan suatu database tempat penyimpanan data), contoh : direktori dapat berupa phone book
6. Load Balancing
Merupakan cara untuk membagi kinerja server yang bertujuan mengurangi beban server. Load balancing dapat berupa software maupun hardware
Menggunakan software memungkinkan pemakaian virtual server dan virtual IP.
Keuntungan
  1. Toleransi kesalahan diperhatikan
  2. Layanan lebih baik
  3. Performance
  4. Scalabilitas
  5. Fleksibel
  6. Hemat
  7. Memperhatikan keamanan
7. Fault Tolerance
Terdapat standar dari ukuran toleransi kesalahan diatantaranya adalah MTBF (Mean Time Between Failures), MTTDL (Mean Time to Data Loss), MTTDI (Mean Time to Data Inaccessibility). Faktor yang mempengaruhi adalah :
  1. Swap
  2. Sistem pendingin
  3. Power
  4. RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks)
8. RAID
Merupakan implementasi toleransi kesalahan pada media penyimpanan / disk dengan tujuan mengurangi redundansi data (Akses ataupun proses). RAID dibagi menjadi lima tipe, yaitu RAID 0 (stripping), RAID 1 (mirroring), RAID 2 (humming), RAID 3 (pengecekan disk tunggal dalam kelompok disk, penggunaan sudah lebih dari 3 disk), RAID 4 (pembacaan dan penulisan secara independen), RAID 5 (sebaran data dan paritas ke semua drive)
Penggunaan RAID pada server sesuai kebutuhan, karena setiap server memiliki spesifikasi yang berbeda. Salah satu contohnya adalah Storage 7000 dari SUN yang memungkinkan pemakaian SATA storage pada server, dan menggunakan SID dalam mengupdate kecepatan akses tanpa merubah pemakaian RAID.
Oleh : Wildan S (Unkick.wordpress.com)
Read More ->>

PENGERTIAN DATA CENTER



Data Center merupakan  fasilitas yang digunakan untuk penempatan beberapa kumpulan  server  atau sistem   komputer   dan   sistem   penyimpanan   data  (storage)  yang   dikondisikan   dengan   pengaturan catudaya,  pengatur  udara,  pencegah bahaya kebakaran dan biasanya dilengkapi  pula dengan sistem pengamanan fisik.
  1. Sejarah Data Center
Pada awalnya, data center selalu dibangun dalam sebuah ruangan yang besar untuk membantu operasi dari sebuah perusahaan. Pada awalnya, computer-komputer super masih terlalu kompleks untuk pemeliharaannya dan pengoperasiannya. Komponen-komponen yang adapun terlalu banyak dan terlalu ruwet, sehingga membutuhkan kabel yang banyak untuk koneksivitas dari semua komponen tersebut. Server-server yang adapun sangat kompleks mulai dari ukurannya yang besar-besar sampai dengan orang yang handal dalam menangani server tersebut. Biaya untuk data center ini sangat mahal, ini bisa dlihat dari pemeliharaan data center yang khusus, peralatan khusus, sampai dengan orang specialist untuk menangani data center ini. Data center dulu juga membutuhkan daya yang sangat besar dan berdampak kurang baik ke lingkungan. Hal ini juga memicu para pakar untuk bekerja mencari solusi data center yang baik.
Pada awal tahun 1980-an, microcomputer mulai memasuki dunia IT, sehingga dimana-mana bisa ditemui PC-PC yang terpisah dan ditempatkan pada setiap tempat. PC-PC ini sedikit mulai tidak terkontrol sehingga komplesitas IT makin tinggi. Perusahaan yang sadar akan ini mulai mencari alternative untuk memelihara sumber daya IT mereka.
Pada saat client server muncul, data center mulai berkembang lagi ke era internet, dimana perusahaan berlomba-lomba untuk memanfaatkan era ini untuk memperluas market mereka. Koneksi internet cepat dan murah menjadi tantangan terbesar dalam era ini.
  1. Syarat Utama Data Center
Disain dan perencanaan data center harus memperhatikan minimum aspek-aspek berikut :
  • Lokasi aman, memenuhi syarat sipil bangunan, geologi, vulkanologi, topografi
  • Terproteksi dengan sistem cadangan, untuk sistem catudaya, pengatur udara/lingkungan, komunikasi data
  • Menerapkan tata kelola standar data center meliputi :
    • Standar Prosedur Operasi
    • Standar Prosedur Perawatan
    • Standar dan Rencana Pemulihan dan Mitigasi Bencana
    • Standar Jaminan Kelangsungan Bisnis
  1. Kriteria Perancangan Data Center
Dalam melakukan perancangan  terhadap sebuah data center,  harus diperhatikan kedua hal   tersebut dengan tujuan mendapatkan data center sesuai dengan  kriteria berikut:
  • Availability
Data center diciptakan untuk mampu memberikan operasi yang berkelanjutan dan  terus-menerus bagi suatu perusahaan baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan terjadinya suatu kerusakan yang berarti   atau   tidak.  Data   center   harus   dibuat   sebisa  mungkin  mendekati  zero-failure  untuk   seluruh komponennya.
  • Scalability dan flexibility
Data center harus mampu beradaptasi dengan pertumbuhan kebutuhan yang cepat atau ketika adanya servis baru yang harus disediakan oleh data center tanpa melakukan perubahan yang cukup berarti bagi data center secara keseluruhan.
  • Security
Data center  menyimpan berbagai  aset  perusahaan yang berharga,  oleh karenanya sistem keamanan dibuat seketat mungkin baik pengamanan secara fisik maupun pengamanan non-fisik.
Sumber : http://layong.blog.binusian.org/2010/08/04/data-center-pengertian-dan-sejarah/

Read More ->>

Tuesday, May 13, 2014

Resume Tentang ADVANCED MIKROTIK TRAINING ROUTING (MTCRE)

Static Route & Policy Route
Routed Network merupakan Pengaturan jalur antar network segment berdasarkan IP Address tujuan (atau juga asal), pada OSI layer Network.



Connected Routes

Dibuat secara otomatis setiap kali kita menambahkan sebuah IP Address pada interface yang valid (interface yang aktif).  

Jika terdapat dua buah IP Address yang berasal dari subnet yang sama pada sebuah interface, hanya akan ada 1 connected route. Jangan menempatkan dua ip address dari subnet yang sama pada dua interface yang berbeda, karena akan membingungkan tabel dan logika routing di router.

Tipe routing
•    Static Routes
static routes adalah informasi routing yang dibuat secara manual oleh user untuk mengatur ke arah mana trafik tertentu akan disalurkan. Default route adalah salah satu contoh static routes.  

•    Dynamic Routes
Dynamic routes yang akan dibuat secara otomatis saat menambahkan IP Address pada interface.  Informasi routing yang didapat dari protokol routing dinamik seperti RIP, OSPF, dan BGP. 

Konsep Dasar Routing 
Untuk pemilihan routing, router akan memilih berdasarkan:
•    Rule routing yang paling spesifik tujuannya 
Contoh: destination 192.168.0.128/26 lebih spesific dari 192.168.0.0/24  
•    Distance Router akan memilih yang distance nya paling kecil l
•    Round robin (random)  

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protocol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.

Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.




Static Route & Policy Route
Lakukanlah terlebih dahulu!!!

Ubahlah nama Router System Identity menjadi :  “XX-NAMA ANDA”
Aktifkan neighbor interface pada WLAN1
Buatlah username baru dan berilah
password (group full)
Proteksilah user Admin (tanpa password)
hanya bisa diakses dari 10.10.10.30/31 (grup full)
Buatlah user “demo” dengan grup read
[LAB-1] System Identity:Aktifkan semua interface
[LAB-2] Activate Neighbour Protocol :Aktifkan  Neighbour Protocol  pada wlan1
[LAB-3] User Configuration
[LAB-4] Konfigurasi Dasar
IP CONFIGURATION
 Routerboard Setting :
·         WAN IP : 10.10.10.x/24
·          Gateway : 10.10.10.100
·          LAN IP : 192.168.x.1/24
·          DNS : 10.100.100.1
·         Services: Src-NAT and DNS Server
  Laptop Setting
·          IP Address : 192.168.x.2/24
·          Gateway : 192.168.x.1
·          DNS : 192.168.x.1
Routed Network
Pengaturan jalur antar network segment berdasarkan IP Address tujuan (atau juga asal),
pada OSI layer Network.  Tiap network segment biasanya memiliki subnet network (IP Address) yang berbeda-beda.

ROUTING
Tipe Informasi Routing
MikroTik RouterOS tipe routing sbb:
1.       dynamic routes
       yang akan dibuat secara otomatis:
•  saat menambahkan IP Address pada interface
•  informasi routing yang didapat dari protokol routing dinamik seperti RIP, OSPF, dan BGP.
2.       static routes adalah informasi routing yang dibuat secara manual oleh user untuk mengatur ke arah mana  trafik tertentu akan disalurkan. Default route adalah salah satu contoh static routes.
Parameter Dasar Routing
1.        Destination
2.        Gateway
3.       Pref Source
4.       Distance
[LAB-5] P2P Addressing



[LAB-7] Static Route (Fail Over)
[LAB-8] Routing – Scope
Routing Type
Kita bisa melakukan blok untuk dst-address tertentu menggunakan static route :
1.        Blackhole
2.        Prohibit
3.       Unreachable
Ketiga tipe di atas tidak membutuhkan IP Address gateway
[LAB-9] Pref-Source
[LAB-10] Route Mark: WLAN1: Untuk traffic dari 192.168.x.0/24,  WLAN2: Untuk traffic dari 172.16.x.0/24
[LAB-11] Route Mark :WLAN1: All other traffic, WLAN2: Web only
 
Sumber : http://bluebuddiess.blogspot.com/2013/04/resume-tentang-advanced-mikrotik.html
Read More ->>

Membangun Jaringan 4 Lantai dengan Jalur Ganda

Membangun Jaringan 4 Lantai dengan Jalur Ganda


Sebelum membangunnya menggunakan router mikrotik ada baiknya untuk membuat tabel routing agar memudahkan kita dalam mensetting:


Setting pada Router Lantai 1:


1.       Buka Winbox,lalu pilih connect
2.       Pilih New Terminal
3.       Lihat interface apa saja yang ada dengan cara: interface print
4.       Ubahlah nama interface yang ada sesuai dengan kebutuhan, karena pada router lantai 1 membutuhkan 3 interface yaitu utama, lantai2, switch1 maka pada new terminal ketik:
interface set name=Utama ether1 (enter)
interface set name=Lantai2 ether2 (enter)
interface set name=Switch1 ether3 (enter)
5.       Untuk melihat hasil yang telah kita ubah tadi caranya:
Interface print (enter)
6.       Daftarkan Ip Address pada lantai 1 tersebut :
Ip address add address=192.168.0.14/30 interface =Utama
Ip address add address=192.168.0.18/30 interface =Lantai2
Ip address add address=192.168.0.33/30 interface =Switch1
7.       Daftarkan ip route berdasarkan table routing diatas (sesuaikan dengan tabel routing pada router lantai 1)
*catt: yang tidak memiliki gateway tidak perlu didaftarkan
Caranya ketik pada new terminal:
Ip route add dst-address=192.168.0.28/30 gateway=192.168.0.13 (enter)
Ip route add dst-address=192.168.0.64/27 gateway=192.168.0.17 (enter)
Ip route add dst-address=192.168.0.20/30 gateway=192.168.0.17 (enter)
Ip route add dst-address=192.168.0.96/27 gateway=192.168.0.17 (enter)
Ip route add dst-address=192.168.0.24/30 gateway=192.168.0.17 (enter)
Ip route add dst-address=192.168.0.128/27 gateway=192.168.0.17 (enter)
8.       Untuk melihat hasil ip route yang telah kita daftarkan caranya:
Ip route print (enter)
9.       Agar client mendpat ip secara otomatis,maka kita setting dengan cara:
Pilih IP  DHCP Server pilih Tab DHCP Setup   DHCP Server Interfacenya pilih yang berhubungan dengan switch,misalnya pada router lantai 1 yang berhubungan dengan switch adalah interface Switch1
 
Sumber : http://widopermana10.blogspot.com/2013/06/membangun-jaringan-4-lantai-dengan.html
Read More ->>

MEMBANGUN JARINGAN KOMPUTER DI LINGKUNGAN KANTOR KECIL & RUMAH

MEMBANGUN JARINGAN DI LINGKUNGAN KANTOR KECIL & RUMAH

Dalam Membuat jaringan kabel di butuhkan :
1.       Beberapa computer yang di gunakan sebagai server dan workstation
2.       Switch smc 8 port
3.       Kartu jaringan (LAN CARD) tipe pci, & kartu jaringan PCMCIA
4.       Kabel jaringan
Dalam Membuat jaringan nirkabel (wireless LAN) di butuhkan :
1.       Beberapa computer yang di gunakan sebagai server & workstation
2.       Acces point wireless smc
3.       Kartu wireless tipe PCI
4.       Kartu wireless tipe PCMCIA
5.       Switch smc 8 port
6.       Jika diperlukan terdapat peralatan tambahan yaitu broadband  router untuk akses internet & print server

A. TATA CARA MEMBANGUN SEBUAH JARINGAN KABEL :
1.       Siapkan computer-komputer yang akan di gunakan, siapkan salah satu computer yang akan di jadikan workstation (pada sebagian computer telah mempunyai fitur jaringan onboard).
2.       Untuk visualisasi, pemasangan kartu jaringan akan dilakukan sendiri. & mengabaikan komponen-komponen yang telah terpasang dalam computer tersebut.
3.       Terkadang kita harus memasang sendiri konektornya, alat yang diperlukan adalah crimping tool untuk memasang kabel UTP Ke konektor. cara pemasangannya :
a.       Potong kabel  dengan rata, kupas kabel seukuran dengan yang telah di tentukan oleh crimping tool. Tekan jangan terlalu keras agar kabelnya tidak mengalami kerusakan.
b.      Setelah terkelupas kemudian ratakan dan luruskan kemudian urutkan tipe kabel sesuai dengan standar, setelah itu potong kembali kabel supaya lebih rata.
c.       Masukan kabel pada konektor, setelah kabel masuk dengan sesuai kemudian crimping.
d.      Lakukan pengecekan untuk mengetahui apakah ada kabel yang terbalik dengan menggunakan multi tester.
4.       Pemasangan kartu jaringan dilakukan dengan :
a.       Buka computer, pasang kartu jaringan dari SMC.
b.      Setelah kartu jaringan terpasang kemudian lakukan pengecekan di windows apakah kartu jaringan telah terdeteksi & lakukan penginstalan untuk driver yang diperlukan.
5.       Setelah itu siapkan komponen-komponen lainnya seperti switch, server, dan kabel. Kemudian hubungkan komponen-komponen tersebut.
6.       Switch yang di gunakan adalah switch 8 port yang artinya dapat menghubungkan hingga 8 komputer  atau peralatan lain. Lampu indicator pada switch menandakan ada port-port yang terhubung. Secara fisik jaringan telah terhubung.
7.       Kemudian lakukan konfigurasi pada bagian softwarenya. satu buah protocol sudah cukup dalam sebuah jaringan. protocol berfungsi sebagai penghubung antar computer dalam jaringan selain itu protocol juga dapat berfungsi sebagai  penghubung ke internet. Untuk keperluan itu kita dapat menggunakan prototcol TCP/IP.
8.       Lakukan konfigurasi untuk computer client. Dengan langkah-langkah :
a.       Klik kanan pada icon mynetwork places (di dalam windows XP). Pilih properties
b.      lakukan penyetitingan pada koneksi Ethernet card SMC, klik kanan pada icon Ethernet card SMC -> Properties -> pilih intenet protocol TCP/IP ->
c.       pilih Properties untuk settingan IP nya  -> pada jendela internet protocol TCP/IP properties pilih Use the following IP Address untuk membuat alamat IP sendiri. Masukan IP Address, contoh 192.168.0.2, angka 2 di akhir merupakan alamat computer, & untuk computer berikutnya yang terhubung pada jaringan network bisa tambahkan dengan angka 3, 4, 5 dst. (Tidak boleh dua computer dengan alamat yang sama).
d.      Masukan subnet mask dengan angka 255.255.255.0, sebaliknya pada subnet mask kita dapat memasukan nilai yang sama pada setiap komputernya  -> OK -> close
9.       Cek identifikasi computer seperti nama & workgroup dalam satu jaringan yang anda buat dengan cara klik kanan pada icon my computer lihat pada computer name.
10.   Buka pada bagian network connection untuk melihat apakah jaringan kita sudah terinstal/tersetting dengan baik, lihat pada workgroup. Lihat apakah ada beberapa folder yang telah terjaring. Jika ada computer telah dapat melakukan sebuah komunikasi seperti pengiriman file, pengcopyan file. Dll
11.   Cara untuk men-sharing pada area workgroup :
a.       Klik kanan my netwok places pilih properties.
b.      Klik kanan local area connection pilih properties file and printer sharing for Microsoft network pilih install ( jika belum di install)
c.       Jika telah terinstal, cari folder atau file yang akan di sharing ->  klik kanan pilih sharing and security kemudian centang share this folder on the network  -> klik OK.
d.      Untuk mengnonaktifkan agar file tidak tersharing di area workgroup ikuti langkah yang sama seperti saat mengaktifkan.

B. TATA CARA MEMBANGUN SEBUAH JARINGAN NIRKABEL (WIRELESS LAN) :
Sesuai dengan namanya jaringan nirkabel tidak memerlukan pemasangan kabel. Selain itu penempatan computer akan lebih bebas dan mudah, cara pemasangan :
1.       Siapkan computer-komputer  yang akan di hubungkan dengan jaringan.
2.       Instalasinya relative sama karena menggunakan kartu PCI dan PCMCIA.
3.       Gunakan perangkat acces point. Acces point di gunakan untuk menghubungkan kartu-kartu jaringan nirkabel yang ada dalam jaringan. ada dua tipe koneksi jaringan nirkabel yaitu ad hoc (tidak menggunakan acces point, jadi setiap kartu jaringan nirkabel saling berhubungan tapi tidak berkomunikasi dengan jaringan luar) & infrastruktur (menggunakan acces point yang terhubung dengan kabel Ethernet kemudian dihubungkan kepada jaringan kabel) kebanyakan jaringan nirkabel menggunakan jaringan tipe infrastructure.
4.       Pasang masing masing kartu jaringan nirkabel PCMCIA untuk PC Notebook, dan PCI untuk PC Desktop.
5.       Setelah terpasang kemudian install driver (untukkartu  jaringan nirkabel biasanya perlu menginstal software tambahan yang akan mengatur kerjanya).
6.       Konfigurasi software, cara menginstal wireless PCI Adapter dari SMC network & meng konfigurasi wireless PCI :
a.       Secara otomatis windows XP akan mendeteksi  adanya hardware yang baru, arahkan penyimpanan driver untuk wireless PCI adapter -> next -> finish
b.      Kemudian Install program EZ Connect wireless yang isinya merupakan sebuah file konfigurasi untuk wireless PCI adapter anda.
c.       Dalam kasus ini  acces point wireless SMC belum di pasang, karena menggunakan model infrastructure dimana computer server (2) masih menggunakan kartu jaringan PCI card dan bukan memakai wireless dan tersambung kedalam switch, dan acces point wireless smc di sambungkan juga pada port di dalam switch. Terlihat seperti pada gambar :

d.       Lakukan komunkasi antara computer (1) yang masih memakai kartu jaringan  biasa dan computer (2) yang memakai sebuah kartu wireless PCI adapter, yang keduanya akan di hubungkan oleh sebuah acces point.
e.      Setelah acces point di aktifkan, lihat informasi dari wireless adapter. Dalam konfigurasi terdapat beberapa informasi  salah satunya BBS ID, channel yang di pakai, transmisi yang di pakai, link quality, signal strength (kekuatan sinyal wireless).
f.       Berlanjut pada konfigurasi kita menggunakan mode infrastructure , SSID secara default adalah Any, tranfer rate default nya adalah fully automatic, power saving mode, defaultnya disable.
g.      Pada jendela encryption, anda dapat mengatur transmisi data anda secara aman.
h.      Kemudian cek apakah computer yang memakai wireless lan dan terkoneksi dengan menggunakan acces point telah tersambung pada suatu jaringan.
i.        Coba lihat kecepatan transfer nya pada link info.
j.       Jika sedang terjadi proses komunikasi antara beberapa computer atau lebih maka lampu indicator pada acces point berkedip.
h.      Sekian & terimakasih 
 
Sumber : http://christiandries.blogspot.com/2013/04/membangun-jaringan-komputer- di.html
Read More ->>

Monday, May 12, 2014

Pengertian Open Shortest Path First (OSPF)

OSPF (Open Shortest Path First) adalah routing protocol yang secara umum bisa digunakan oleh router lainnya (cisco, juniper, huawei, dll), maksudnya bahwa routing protocol OSPF ini dapat digunakan seluruh router yang ada di dunia ini bukan hanya cisco, tetapi seluruhnya dapat mengadopsi routing protocol OSPF. OSPF ini termasuk di kategori Link-state routing protocol (sama seperti EIGRP), Link-state routing protocol ini ciri2nya memberikan informasi ke semua router, sehingga setiap router bisa melihat topologinya masing2.
Hal-hal dasar yang perlu di ketahui ttg Link-state :
– Link-state menggunakan hello packet untuk mengetahui keadaan router tetangganya (bukan keseluruhan), apakah masih hidup ataukah sudah mati.
– Menggunakan hello information dan LSAs (Link-state advertisement) yang diterima oleh router lain utk membuat database (topological database) ttg networknya di masing2 router
– Menggunakan algoritma SPF utk mengkalkulasi jarak terpendek utk ke setiap network
– Support CIDR dan VLSM

Hal-hal dasar yang perlu di ketahui ttg OSPF dalam menentukan Best Path (Jalur terbaiknya) yaitu berdasarkan :
– Cost yang berdasarkan speed dari link (bandwidth)
– Speed dari linknya (bandwidth)
– Cost yang paling kecil dari link OSPF

OSPF mempunyai empat tipe dari network :
– Broadcast Multi-access, ini seperti ethernet
– NonBroadcast Multi-access (NBMA), ini seperti penggunaan pada Frame Relay
– Point-to-point networks
– Point-to-multipoint networks

Tipe-tipe Router OSPF :
Internal Router
Backbone Router
Area Border Router (ABR)
Autonomous System Boundary Router (ASBR)

Jenis Area dalam OSPF :
Backbone Area
Standar Area
Stub Area
Totally Stub Area
Not So Stubby Area (NSSA)

Cara Setting OSPF Priority di Interface
Router(config)#interface fastethernet 0/0
Router(config-if)#ip ospf priority 0-255


Smber : http://49012035siti.wordpress.com/2012/08/05/pengertian-open-shortest-path-first-ospf/
Read More ->>
Powered by Blogger.

Translate